Jumat, 09 Desember 2011

Upaya Peningkatan Mutu Sekolah :


Sebuah Pengelolaan Sekolah Berbau MBS

Kata Pengantar
 
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa atas segala berkat yang diberikan berkelimpahan sehingga tulisan berjudul Upaya Peningkatan Mutu Sekolah, Sebuah Laporan Pengelolaan Sekolah Berbau MBS di SMP Negeri 1 Berampu ini bisa dikerjakan sampai selesai. Ketika tulisan ini saya kerjakan, berbagai gejolak menerpa kehidupan profesi saya. Tulisan ini berbentuk laporan yang jika Allah berkenan, akan saya gunakan untuk melengkapi pencapaian angka kredit kenaikan pangkat ke golongan ruang IV.b.
Sebagaimana kepala sekolah pada umumnya saya berusaha untuk meningkatkan kualitas sekolah yang saya pimpin. Namun, cara yang ditempuh mungkin berbeda dengan cara di sekolah lain. Permasalahan yang dihadapi mungkin berbeda dengan sekolah lain terutama karena kharakteristik sekolah saya adalah sekolah pedesaan walapun di kota kecamatan.
Kegiatan yang dilakukan di sekolah adalah didasari oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berbasis kompetensi dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang pernah penulis kerjakan sebagai anggota tim MPMBS sebelum menjadi kepala sekolah. Walaupun dalam laporan ini hanya bersifat ekstrakurikuler, bukan berarti MPMBS yang dilaksanakan hanya sebatas itu. Kegiatan kurikuler adalah pokok utama tetapi saya yakin hal yang sama akan dilakukan oleh sekolah lain, sementara apa yang dilakukan sekolah seperti yang dilaporan ini belum tentu dilakukan oleh sekolah lain atau mungkin caranya berbeda.  .
Tugas sekolah adalah mengembangkan segala potensi yang ada di sekolah, baik potensi guru mau pun potensi siswa. Semua potensi yang ada itu kita gali dan kembangkan untuk kemajuan sekolah. Pengembangan sekolah diprogram sedemikian rupa untuk diajukan ke seluruh stakeholder sekolah. Pragram direvisi dan disetujui untuk dilaksanakan menjadi patron peningkatan sekolah. Pelaksanaannya adalah tenggung jawab bersama sesuai dengan pembagian tugas yang diadakan di dalamnya.
Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada :
  1. Pengurus Komite sekolah yang mendukung sepenuhnya program kegiatan sekolah dalam rangka peningkatan mutu berbasis sekolah. Dengan rasa hormat kami sebut namanya yaitu : Bapak M. Sinaga, Bapak Juda Padang, Bapak S. Silaban, Bapak Nurdin. Lingga  beserta seluruh anggota.
  2. Wakil Kepala Sekolah Sdr. Dra. Tiurma Pardede dan seluruh guru SMP Negeri 1 Berampu beserta pegawai Tata usaha yang semuanya tenaga honorer.
  3. Secara khusus Sdr. Tuti Karo,S.Pd., S. Sinaga, S.Pd., Dra.T. Pardede, M. Purba, dan Sdr. Juniar. Yang telah banyak menginspirasi kepala sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah.
Dari kegiatan yang merupakan program ulang (revisi) itulah karya tulis ini dibuat walupun baru setahun tetapi sudah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Semoga tulisan saya ini bisa menginspirasi pimpinan berikutnya dan para guru juga di SMP Negeri 1 Berampu.
Berampu, 11 Januari 2010
Penulis




















Daftar Isi



Halaman
Kata Pengantar.................................................                 i
Daftar Isi .........................................................                vi
Bab 1 Pendahluan ..........................................          1 –   9
Bab 2 Rencana dan Program
Pengembangan Sekolah................................          10 – 33
Bab 3 Laporan Kegiatan
Program 5 Rencana 1 tahun 2009...................        34 – 48
Bab 4 Pelaksanaan Perayaan Paskah .............        49 – 57
Bab 5 Laporan Perayaan Natal........................       58 – 62
Bab 6 Laporan pembinaan Kerohanian ..........       63 – 71
Bab 7 Laporan Pelaksanaan
Kegiatan Pengembangan Diri..........................       72 – 78
Bab 8 Laporan Pelaksanaan Bazaar dan
Pentas Seni .....................................................        79 – 82
Bab 9 Laporan
Pengelolaan Perpustakaan ..............................       83 – 91
Bab 10 Laporan Kegiatan Olah Raga .............       92 – 99
Bab 11 Penutup..............................................     100 - 103
Daftar Pustaka ................................................    104 - 105
Profil Penulis ..................................................    106 - 107


Bab 1. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah
Bahwa pendidikan adalah proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat, oleh karenanya, sekolah sebagai penyelenggara utama pendidikan itu haruslah mengupayakan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai budaya dan menanamkan jiwa keteladanan, serta semangat belajar sepanjang hayat. Ada tiga yang menjadi ranah tujuan dalam pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik ini yaitu, ilmu, karakter, dan iman. Untuk menciptakan proses ini, diperlukan pendidik yang mampu menjadi teladan dan mampu mengembangkan potensi peserta didik.
            Untuk mencapai kualitas pendidikan secara menyeluruh, pendidik seyogianya dapat mengamalkan semboyan tokoh pendidikan Indonesia yaitu ”Ing ngarso sung tulodo” , guru yang mampu memberikan keteladanan, bukan hanya sekadar mengajar. Jika guru hanya mengajarkan sesuatu, memindahkan informasi sebanyak mungkin dari pikirannya dan dari buku kepada siswa,  peserta didik tidak mempunyai pikiran menganalisa, dan tidak menjadi pemrakarsa.
            Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 3). Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan nasional mempunyai tugas yang banyak. Banyak kegiatan yang dapat diselenggarakan oleh sekolah selain kegiatan belajar mengajar. Tercipta setiap waktu kegiatan pembelajaran dengan tertib, aman dan berkualitas, dibuktikan dengan prestasi akademik peserta didik yang baik itu berarti masih mengamalkan sebagian dari amanat Undang-Undang Sisdiknas.
            Guru yang mau menjadi teladan, mampu mengembangkan kemauan, dan mampu mengembangkan potensi peserta didik dapat diperoleh jika sebuah sekolah dikelola dengan manajemen yang benar dan visioner. Manajemen pendidikan secara makro telah merumuskan berbagai pola manajemen di sekolah dari tahun ke tahun. Terakhir muncul pola baru yaitu manajemen berbasis sekolah. Dalam penjelasan pasal 51 Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan manajemen berbasis sekolah/madrasah adalah bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, yang dalam hal ini kepala sekolah/madrasah dan guru dibantu oleh komite sekolah/madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan. Manajemen mutu berbasis sekolah memberikan kewenangan penuh kepada sekolah (otonomi sekolah) dengan pengambilan keputusan partisipasif. Manajeman Berbasis Sekolah (MBS)  dengan otonomi sekolah menjalankan fungsi pendidikan dengan paradigma baru pendidikan yaitu (1) Learning to know, (2) Learning to do, (3) Learning to live together, dan (4) Learning to be. Guru tidak lagi hanya memberikan ilmu (knowledge). Untuk menciptakan sekolah yang mengemban tugas pendidikan nasional secara berkualitas, yang paling bertanggung jawab adalah pimpinan satuan pendidikan yaitu kepala sekolah.

1.2. Perumusan Masalah
Di dalam sebuah sekolah terjadi sebuah siklus yang terus menerus berlangsung yaitu input (masukan), proses, dan output (hasil). Untuk menghasilkan manusia (peserta didik) seperti yang diharapkan dalam tujuan diperlukan proses yang baik dan berkualitas terhadap masukan (input) yaitu manusia tadi. SMP Negeri 1 Berampu ternyata telah menghasilkan lulusan dengan satu aspek saja yaitu pengetahuan. Itu pun, bila dibandingkan dengan lulusan sekolah lain, kualitas masih  di bawah rata-rata sekolah SMP di kabupaten Dairi. Untuk itu, sejak tahun 2006 kepala sekolah merencanakan suatu proses pendidikan yang berkualitas dengan melihat jauh ke depan, dan menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS). Permasalahannya adalah (1) Persentase kelulusan yang sangat rendah (2) Lulusan (output) banyak tidak masuk sekolah negeri dengan sistem ranking Nilai UN, (3) Sedikit yang berprestasi dalam sekolah mana mereka melanjut, (4) kurang bersopan santun dalam tatanan hidup bermasyarakat dan banyak masalah lain yang digambarkan oleh konstituen sekolah.
Sejak tahun pelajaran 2005/2006 SMP Negeri 1 Berampu ( saat itu masih SMP Negeri 5 Sidikalang) menetapkan visi BERILMU, BERIMAN DAN BERBUDAYA. Dengan Visi itulah disusun Rencana dan Program Pengembangan Sekolah (RPPS) dan telah direvisi tahun 2009. Ada 4 sasaran tujuan yang ditetapkan untuk 3  tahun ke depan (sampai tahun 2011) yaitu sasaran 1 peningkatan kuantitas (persentasi) kelulusan, sasaran 2 peningkatan kualitas, sasaran 3 tim olah raga untuk tiga cabang, sasaran 4 ada tim kesenian sekolah, sasaran 5 menjadikan siswa tekun beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam laporan ini ialah:
    1. Bagaimana meningkatkan persentasi dan kualitas kelulusan tahun 2009 dan seterusnya?
    2. Bagaimana menciptakan tim olah raga di sekolah?
    3. Bagaimana menciptakan tim kesenian sekolah?
    4. Bagaimana meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa?

1.3. Strategi Pemecahan Masalah (strategi/tahapan)
Berdasarkan masalah yang diuraikan dalam perumusan masalah di atas, penulis telah memilih strategi yang diyakini dapat memecahkan masalah, yaitu :
1.      Menyusun Rencana dan Program Pengembangan Sekolah;
2.      Melaksanakan kegiatan intensifikasi belajar bagi kelas IX;
3.      Melaksanakan perayaan hari besar agama;
4.      Melaksanakan pembinaan kerohanian;
5.      Melaksanakan bazaar dan pentas seni;
6.      Melaksanakan kegiatan pengembangan diri;
7.      Mengaktifkan kegiatan perpustakaan;
8.      Meningkatkan kegiatan latihan olah raga.
Laporan ini disusun dengan tujuan agar para pendidik yang kelak menjadi kepala sekolah dapat mengambil teladan dari kepemimpinan dalam laporan ini. Atau paling tidak, tulisan ini dapatr menjadi inspirasi untuk mengambil keputusan dalam peningkatan mutu sekolah.
Bagi penulis sendiri, tulisan ini bermanfaat untuk melengkapi salah satu penilaian angka kredit dari pengembangan diri. Walaupun rencana dan program penulis baru berjalan satu tahun, telah tampak hasil yang memuaskan baik dari segi proses maupun hasilnya. Hal ini akan kami laporkan dalam bab-bab berikutnya.


Bab 2 : Rencana dan Program Pengembangan Sekolah

  1. Pendahuluan
Bersesuai dengan tuntutan modernisasi dan globalisasi, pendidikan formal perlu lebih serius mempersiapkan para lulusannya agar dapat menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. Lulusan SMP masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan canggihnya produk teknologi, transportasi, informasi dan komunikasi yang berada ditengah-tengah masyarakat trdisional dan menimbulkan dampak negatif.
SMP Negeri 1 Berampu berada di tengah masyarakat pedesaan, dengan kondisi sosial budaya yang beragam dan tradisional. Sebagai bagian dari pendidikan formal sekolah ini akan mendidik generasi muda bersesuai dengan fungsi Pendidikan Nasioanal yaitu : Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Kemajuan teknologi dan komunikasi telah memasuki sistem pendidikan nasional, terutama dalam penyelengaranaan Ujian Nasional. Dalam menampuh Ujian Nasional tersebut dua tahun berturut-turut persentasi kelulusan SMP Negeri 1 Berampu sangat jauh di bawah, yaitu peringkat terakhir dari 42 sekolah. Tahun 2007/2008 kelulusan sekolah hanya 67,6 persen  sementara kelulusan SMP se Kabupaten Dairi di atas 90 persen.
            Jika ditelusuri lebih jauh, penyebab rendahnya persentasi kelulusan itu disebabkan oleh kurangnya sarana di sekolah.  Untuk itu perlu disusun sutu program jangka pendek sebagai terobosan dalam upaya memulihkan keparcayaan publik.

  1. Visi, Misi, dan Tujuan
Untuk menjalankan fungsi sekolah dan meningkatkan mutu, SMP Negeri 1 Berampu menetapkan Visi sebagai berikut :    BERILMU, BERIMAN DAN BERBUDAYA.
Indikatornya adalah sebagai berikut :
  1. Dapat mencapai standar kompetensi lulusan yang ditetapkan oleh pemerintah;
  2. Dapat memilih sekolah sesuai dengan bakatnya di tingkat lanjutan atas;
  3. Ada minat terhadap buku dan bacaan lainnya;
  4. Dapat mengembangkan bakat olah raga secara optimal;
  5. Berperan aktif dalam kegiatan keagamaan sehari-hari;
  6. Aktif mengikuti ibadah agama masing-masing;
  7. Bersosialisasi sesuai dengan adat budaya setempat;
  8. Mempunyai apresiasi seni sesuai potensi yang ada.
Untuk memenuhi tuntutan visi di atas, ditetapkan MISI sebagai berikut:
1.         Melaksanakan pembelajaran secara menarik dan bermanfaat;
2.         Melaksanakan bimbingan dan kanceling secara efektif, seshingga siswa dapat berkembang secara optimal;
3.         Menumbuhkan pengahayatan terhadap ajaran agama masing-masing;
4.         melaksanakan apresiasi dan kreasi seni dan budaya masyarakat setempat;
5.         Berolah raga secara teratur untuk meningkatkan bakat dan menyehatkan.
Ada pun tujuan yang harus dicapai SMP Negeri 1 Berampu adalah Tujuang jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan Jangka pendek tahun 2009 adalah :
1.     80% siswa peserta Ujian Nasional lulus berdasarkan standar nasional;
2.     Meraih 3 (tiga ) kejuaraan tingkat kabupaten dalam bidang olah raga;
3.     Memiliki tim kesenian yang siap tampil di panggung acara, baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten;
4.     90% siswa aktif mengikuti ibadah agama masing-masing.

Tujuan Jangka Panjang
(1) Menjadikan SMP Negeri 1 Berampu menjadi sekolah yang inovatif dalam pengelolaan pembelajaran ; (2) Menjadikan SMP Negeri 1 Berampu sekolah yang vaforit yang spesifik di Dairi.
  1. Identifikasi Tantangan Nyata
1.     Persentasi kelulusan meningkat dari 67% menjadi 80% (naik 13%);
2.     Tim olah raga masih bersifat dadakan, akan menjadi tim terlatih pada tiga cabang;
3.     Tim kesenian dari belum ada, menjadi terlatih siap tampil;
4.     Siswa yang beribadah meningkat menjadi 90 persen (meningkat).
  1. Sasaran / Tujuan Situasional
Sasaran 1 : Peningkatan kuantitas kelulusan.
  1. Tahun Pelajaran 2008/2009 peserta Ujian Nasional lulus minimal 80%;
  2. Tahun pelajaran 2009/2010 peserta Ujian Nasional lulus minimal 85, 60 %;
  3. Tahun pelajaran 2010/2011 peserta Ujian Nasional lulus minimal 95,50%.
Sasaran 2 : Peningkatan Kualitas
  1. Tahun pelajaran 2009/2010, 10% siswa lulusan bisa masuk SMA/SMK faforit di Dairi atau di Sumatera Utara;
  2. Tahun 2009 terwakili di sekolah bertaraf Standar Internasional.
Sasaran 3 : Tim Olah Raga
  1. Tahun 2009 Tim Bola Kaki Putra, Bola Volly Putra/putri, Tim atletik, bisa masuk finalis di tingkat kabupaten Dairi;

Sasaran 4 : Tim Kesenian Sekolah
  1. Tahun 2009 ada Tim kesenian yang berlatih secara rutin.
Sasaran 5 : Siswa yang Beribadah
  1. Tahun 2009 kegiatan ibadah di sekolah sesuai agama sekali seminggu;
  2. Tahun 2009 akan diadakan pementasan drama bercerita keagamaan.
  1. Identifikasi Fungsi-fungsi yang Diperlukan Setiap Sasaran
1.  Peningkatan persentasi kelulusan
a.  Pembelajaran yang berkualitas, kelompok diskusi terbimbing, tambahan jam belajar.
b.  Bimbingan dan penyuluhan berjalan dan terprogram;
c.  Pedoman Tata Tertib dan Kehidupan Sosial Sekolah;
d.  MGMP, Kegiatan Guru Belajar, Pelatihan;
e.  Perpustakaan sekolah, Pengadaan buku;
f.  Penggunaan laboratorium;
g.  Administrasi guru dan tata usaha;
h.  Pemanfaatan teknologi dan informasi.
2.  Tim Olah Raga
a.  Pelatih : Guru Penjas, Guru yang Berbakat, Pemain senior;
b.  Alat : Bola kaki, Bola volli, lapangan sederhana.
c.  Siswa atau peserta pelatihan dan Tim
d.  Jadual kegiatan
3.  Tim Kesenian                 
a.  Pelatih : Guru mata pelajaran Seni dan Budaya, guru yang berbakat, Seniman.
b.  Alat yang tersedia: Pakaian tradisi, Gitar, Pianika, Tape recorder, organ (casio).
4.  Kegiatan Ibadah agama
a.  Pembimbing : Guru agama, guru bidang studi, imam/pendeta;
b.  Alat : Alat musik, Buku-buku rohani, ruang kelas.
c.  Jadual Kegiatan.
  1. Analisis SWOT
1.     Kekuatan (Strength)
a.     Guru Bidang Studi cukup dan berpotensi;
b.     Guru BK cukup;
c.     Ruang belajar cukup;
d.     Ruang perpustakaan cukup;
e.     Ruang Laboratorium IPA cukup;
f.       Semangat belajar siswa ada;
g.     Latar belakang siswa masyarakat budaya dan umat beragama;
h.     Keadaan fisik siswa kuat.
2.     Kelemahan (Weakneses)
a.     Perlengkapan belajar siswa kurang;
b.     Buku Perpustakaan belum cukup;
c.     Mobiler perpustakaan minim;
d.     Mobiler laboratorium kurang dan alat tidak tersedia;
3.     Peluang ( Opportunity)
a.     Orang tua siswa dan stakeholder mendukung;
b.     Waktu belajar tambahan masih memungkinkan;
c.     Semangat siswa ada.
4.     Ancaman ( Threat)
a.     kondisi ekonomi masyarakat lemah;
b.     Pemahaman orang tua kurang;
c.     Siaran Televisi yang dominan dalam mengisi waktu masyarakat.
  1. Alternatif Langkah Pemecahan Persoalan
1.     Guru memperbaiki metoda pembelajaran dengan pendekatan CTL;
2.     Memperbanyak penggunaan media pembelajaran;
3.     menyediakan bahan dan alat praktik IPA;
4.     Penyediaan Komputer dan jaringan Internet;
5.     Menambah jam belajar pada sore hari;
6.     Menggalakkan jam belajar perpustakaan sore hari;
7.     mengaktifkan kegiatan bimbingan penyuluhan;
8.     Melaksanakan Diskusi kelompok terbimbing pada kelas VII,VIII,IX;
9.     memperbanyak kegiatan belajar praktikum
10. Meningkatkan mutu guru dengan diskusi atau MGMP;
11. Membuat Aturan tata Tertib untuk semua unsur persekolahan;
12. Melakukan pengadministrasian yang terus menerus (portfolio);
13. membentuk Tim Olah Raga dan Program kerja;
14. membentuk tim Kesenian dan menyusun Program kerja;
15. mengadakan perlombaan-perlombaan antar kelas;
16. Melakukan ibadah di awal dan di akhir pembelajaran setiap hari;
17. Melakukan ibadah sekali seminggu sesuai agama siswa;
18. memonitoring kegiatan ibadah siswa di luar sekolah
19. merayakan hari-hari besar keagamaan.
  1. Rencana dan Program Pelaksanaan
1.     Rencana 1 Peningkatan kuantitas lulusan
1.1.   Program 1 : Proses Belajar yang berkualitas
1.1.1      Melakukan pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning;
1.1.2      Mempertingi prnggunaan media belajar (perangkat lunak dan keras);
1.1.3        Melaksanakanpenilaian berke-sinambungan;
1.1.4        Mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar;
1.1.5        Memberikan tugas yang terstruktur;
1.1.6        Mengadakan portofolio hasil belajar.
1.2.   Program 2 : Peningktan Mutu Guru
1.2.1.     Mengaktifkan MGMP sekali seminggu;
1.2.2.     Mengadakan pelatihan guru di sekolah dan kegiatan lain sejenis.
1.3.   Program 3 : Kegiatan Membaca Buku Perpustakaan
1.3.1. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa mengakses buku perpustakaan;
1.3.2. Menugaskan guru sebagai petugas perpustakaan;
1.3.3. Menambah jumlah judul buku perpustakaan.
1.4.   Program 4 : Kegiatan Praktikum Laboratorium
1.4.1. Menggali dan menggunakan laboratorium alam;
1.4.2. Memperbanyak bahan-alat laboratorium;
1.5.   Program 5: Kelompok Diskusi dan Belajar Tambahan Sore.
1.5.1. Mengadakan belajar tambahan kelas IX pada sore hari 4 (empat) hari dalam seminggu;
1.5.2. Membentuk kelompok diskusi di luar jam belajar bagi kelas VII, VIII, IX yang dibimbing oleh guru pembimbing.

2.      Rencana 2 : Peningkatan Kualitas Lulusan
Program
2.1. Melakukan Bimbingan Tes lokal oleh
       guru mata pelajaran;
2.2. Mengikuti BT/BS dan traiout sistem
       komputer.
    1.  Rencana 3 : Tim Olah Raga
Program :
3.1. Mengadakan latihan sekali seminggu
       dipimpin oleh guru pembina;
3.2. Mengadakan pertandingan antar kelas
4. Rencana 4 : Tim Kesenian
4.1. Program 1 : Latihan
4.1.1. Mengadakan latihan secara teratur
          sekali seminggu.
4.2. Program Pementasan
4.2.1. Membentuk Tim pembina dalam
          pementasan seni;
4.2.1. Melaksanakan pentas seni setiap akhir
          semester;
4.2.3. mengikuti perlombaan tingkat
          kecamatan maupun kabupaten.
5. Rencana 5 : Peningkatan Ibadah
5.1. Berdoa sebelum belajar les pertama dan
       sesudah selesai lesterakhir;
5.2. Melaksanakan kegiatan ibadah setiap hari
       Jumat ;
5.3. Merayakan perayaan setiap agama yang
       di sekolah.
  1. Jadual Kegiatan
1.  Semester Ganjil
NO
Uraian kegiatan
Juli
Agust.
Sept.
Okt.
Novm.
Desm.
1
Peningkatan Kuantitas Lulusan






1.1
Proses Belajar Mengajar
M. 3,4
M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4
M.1-3
1.2
Peningkatan Mutu Guru

M.1-4
M.1-4
M.1-4
M.1-4

1.3
Kegiatan Perpustakaan
M. 3,4
M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4
M.1-3
1.4
Kegiatan Praktikum

M.3
M.3
M. 3
M.3
M.3
1.5
Kelompok Diskusi Terbimbing

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

2
Peningkatan Kualitas






2.1
BS/BT lokal



M. 1-4
M.1-4

2.2
BS/BT /Trayout


M.1-4



3
Kegiatan Olah Raga






3.1
Seleksi
M.3,4





3.2
Latihan

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

3.3.
Uji Tanding




M.4

4
Kegiatan Seni






4.1
Seleksi
M.3,4





4.2
Latihan

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

4.3
Pentas Seni

M.3



M.3
5
Kegiatan Pembinaan Iman






5.1
Ibadah harian
sh
sh
sh
sh
sh
Sh
5.2
Ibadah Mingguan
akm
akm
akm
akm
akm
Akm
5.3
Perayaan Hari besar agama
Sk





5.4
Outdor




M.4


2.  Semester Genap
NO
Uraian kegiatan
Jan.
Febr.
Mart.
Apr.
Mei.
Juni
1
Peningkatan Kuantitas Lulusan






1.1
Proses Belajar Mengajar
M. 3,4
M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4
M.1-3
1.2
Peningkatan Mutu Guru

M.1-4
M.1-4
M.1-4
M.1-4

1.3
Kegiatan Perpustakaan
M. 3,4
M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4
M.1-3
1.4
Kegiatan Praktikum

M.3
M.3
M. 3
M.3
M.3
1.5
Kelompok Diskusi Terbimbing

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

2
Peningkatan Kualitas






2.1
BS/BT lokal



M. 1-4
M.1-4

2.2
BS/BT /Trayout


M.1-4



3
Kegiatan Olah Raga






3.1
Seleksi
M.3,4





3.2
Latihan

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

3.3.
Uji Tanding




M.4

4
Kegiatan Seni






4.1
Seleksi
M.3,4





4.2
Latihan

M.1-4
M.1-4
M. 1-4
M.1-4

4.3
Pentas Seni

M.3



M.3
5
Kegiatan Pembinaan Iman






5.1
Ibadah harian
sh
sh
sh
sh
sh
Sh
5.2
Ibadah Mingguan
akm
akm
akm
akm
akm
Akm
5.3
Perayaan Hari besar agama
Sk





5.4
Outdor




M.4

Catatan: M. Minggu ke...; akm. Akhir minggu; sh. Setiap hari; sk. Sesuai kalender
  1. Biaya
Rencana dan kegiatan tersebut di atas seluruhnya dibiayai dan dituangkan dalam RAPBS yang disetujui oleh rapat komite sekolah.

  1. Penanggung Jawab
No
Program
Penanggung jawab
TIM
1
H.1


1.1
Proses Belajar
Tiurma Pardede
PKS Kurikulum
1.2
Peningkatan Mutu Guru
Wahidin Capah
Wakasek
1.3
Kegiatan Perpustakaan
L. Simanjuntak
Nurhalimah, Tuti Br. Karo
1.4.
Kegiatan Praktikum
S. Sinaga
Guru IPA
1.5
Kelompok diskusi
P. Napitupulu
Semua guru
2
Kegiatan Olah Raga
S. Sinaga
E. Sihombing,
Pembina OSIS
3
Kegiatan Seni
M. Siringo-ringo
D. Sihombing,
Pembina OSIS
4
Kegiatan Ibadah
  1. Siregar/
Nurhalimah/
T. Br. Karo
Pembina Osis

Rencana dan Program Pengembangan Sekolah ini mulai berlaku tahun pelajaran baru 2008/2009. Kepala sekolah dan komite sekolah diharapkan dapat bekerja sama untuk tercapainya  semua yang telah diprogramkan.



Bab 3  LAPORAN KEGIATAN PROGRAM 5 RENCANA 1
TAHUN 2009




A. Latar belakang
                  Rendahnya tingkat kelulusan SMP Negeri 1 Berampu dari tahun ke tahun menjadi momok bagi masyarakat sekolah. Persentasi kelulusan tahun 2007 (78%), tahun terakhir (2008) hanya 67% . Masyarakat menjadi cemas melihat anaknya dan siswa menjadi takut bersekolah di sekolah ini kalau-kalau pada UN nanti (2009) malang menimpat dirinya.
                  Untuk mengantisipasi keadaan itu, perlu dilaksanakan suatu terobosan berupa inovasi dalam pembelajaran di setiap tingkat dan bidang studi yaitu Program Intensifikasi Belajar Siswa. Program ini juga merupakan intensifikasi dari RPP sekolah tahun 2005-2009 yang direvisi tahun 2008/2009 dengan Visi Berilmu, Beriman dan Berbudaya.
                  Program Intensifikasi Belajar Siswa ini diupayakan untuk lebih mempertajam RPP tersebut khususnya dalam bidang akademik dengan indicator persentasi kelulusan tahun 2009. Yang dimaksud dengan berilmu ialah adanya output yang berhasil lulus dari Ujian Nasional minimal 80% untuk tahun 2009 dan masuk ke sekolah lanjutan tingkat atas (SMA atau SMK) negeri  sebanyak 80% dari siswa lulus.

a. Tujuan jangka Pendek
                  Dalam Program intensifikasi ini ada dua tujuan yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah :
1. Meninngkatkat persentasi kelulusan (kuantitas) pada tahun 2009 minimal 80 persen;
2. Meningkatkan kualitas lulusan yaitu meningkatnya nilai rata-rata UN/UAS minimal 1,00.
b. Tujuan Jangka Panjang
1.             1. Menjadikan SMPN 1 Berampu menjadi sekolah yang inovatif dalam pengelolaan pembelajaran;
2. Menjadikan SMPN 1 Berampu sekolah yang favorit yang spesifik di Dairi.
            Laporan ini disajikan dengan pola sebagai berikut :
A.     Pendahuluan;
B.     Masalah;
C.     Pemilihan Prioritas
D.     Pelaksanaan;
E.      Biaya;
F.      Hasil dan Pembahasan; dan
G.     Penutup


B.Masalah
                  Tingkat kelulusan SMP Negeri 1 Berampu tahun 2007 hanya 78%, dan tahun 2008 hanya 65%. Dari jumlah peserta yang hadir 159 orang, lulus hanya 104 orang dan tidak lulus 52 orang. Kenyataan ini sangat pahit, karena setiap usaha akan menghasilkan lebih baik sementara sekolah ini semakin menurun. Oleh karena itu dicarilah penyebab, mangapa terjadi masalah demikian. Penyebab yang mungkin berpengaruh adalah : (1) Kurangnya sarana belajar reguler; (2) Kurangnya variasi pembelajaran dari guru; (3) Minat belajar peserta kurang; (4) Siswa selalu belajar individual; (5) Siswa mendengar (pasif); (6) Guru mengajar.
                  Dari uraian masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang dipecahkan dalam kegiatan penelitian ini sebagai berikut : Bagaimana meningkatkan kuantitas atau persentasi kelulusan SMP Negeri 1 Berampu tahun 2009?
C. Pemilihan Prioritas
                  Dalam rapat dewan guru, berdasarkan analisis permasalahan dan alternatif pemecahannya, analisis kekuatan dan kelemahan, dipilihlah prioritas pemecahan masalah yaitu belajar berkelompok bebas terkontrol dengan pelaksanaan seperti diuraikan dalam uraian berikutnya.
D. PELAKSANAAN
                  Pelaksanaan kegiatan belajar tambahan ini dikemas menjadi bentuk penelitian tindakan (action resercht). Laporan hasil penelitian ini dilaporkan secara tersendiri. Secara garis besar tahapan peningkatan kuantitas lulusan diuraikan berikut ini.
1. Bentuk
                  Rombongan belajar dari empat kelas diubah menjadi kelompok yang beranggotakan 8-10 siswa. Pembagian kelompok berdasarkan urutan pada DPU atau domisili jika memungkinkan. Kegiatan belajar siswa adalah bekerja dalam kelompok atau berdiskusi tentang materi soal-soal yang ada dalam berbagai sumber. Materi untuk didiskusikan adalah seperangkat soal yang ditetapkan oleh guru nara sumber. Soal harus dipelajari mulai dari pemecahan dan buku pendukung atau kepustakaan.
2. Narasumber
                  Narasumber adalah guru mata pelajaran yang telah ditunjuk untuk menyediakan paket sesuai waktu yang tersedia dan dipilih berdasarkan SKL tiap tahun. Narasumber menyediakan kunci jawaban sebagai pegangan guru pembimbing untuk mengarahkan siswa jika pekerjaan mereka masih belum benar. Narasumber sebanyak 5 orang untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA Fisika/kimia, dan IPA Biologi/Kimia. Narasumber menguji siswa kembali setelah tiga minggu berlangsung dengan materi yang dibahas selama tiga minggu. Ujian dilaksanakan ketat, tidak bekerja sama dan tidak boleh membuka buku catatan.
3. Pembimbing
                  Pembimbing adalah guru sejumlah kelompok siswa. Jumlah kelompok belajar ada 18 sehingga guru pembimbing 18 orang. Pembimbing tidak perlu mengajari siswa tetapi mengarahkan untuk belajar apa dan menyediakan buku yang tepat sesuai persoalan yang dibahas oleh siswa. Pembimbing harus mampu membuat kelompok diskusi aktif dan bekerja sama.
4. Waktu dan tempat
                  Waktu belajar adalah 4 (empat) hari setiap minggu mulai pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.00 tanpa jeda bersama. Tempat belajar bebas tetapi berada di kompleks sekolah. Diupayakan tempat nyaman dan menydiakan ruang gerak bebas (mobilitas tinggi) atau jangan kaku.
5. Administrasi
                  Untuk menyediakan bahan tindak lanjut, administrasi yanhg diperlukan adalah
a.       Daftar hadir siswa per kelompok;
b.      Daftar hadir pembimbing setiap hari melakukan bimbingan
c.       Daftar nilai .

6.Penilaian
                  Penilaian dilakukan pada akhir setiap siklus  yaitu  setiap tiga mingguan. Penilaian dilaksanakan pada dua ranah yaitu afektif dan kognitif.
7. Proses Pelaksanaan
                  Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 19 Januari 2009 sampai dengan 11 April 2009 dengan 3 (tiga) siklus. Setiap siklus tiga minggu dengan 4 (empat) hari diskusi dan pada minggu ketiga diadakan evaluasi.
Tabel kegiatan setiap siklus.
MINGGU I
MINGGU II
MINGGU III
H1
H2
H3
H4
H1
H2
H3
H4
H1
H2
H3
H4
H5
H6
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
Disk
EV
EV

Siklus pertama : 19 Januari s.d 07 Februari 2009 ( 3 minggu, termasuk evaluasi)
Siklus kedua  09 Februari s.d. 28 Februari 2009 (3 minggu, termasuk evaluasi)
Siklus ketiga 02 Maret s.d. 21 Maret 2009 (3 minggu, termasuk evaluasi)
E. BIAYA
                  Biaya yang ditimbulkan kegiatan ini dibebankan ke RAPBS dengan dua sumber dana yaitu APBD/Rutin  bagian Program Pengembangan Sekolah, dan BOS. Anggaran Biaya disusun dua kali (setiap semester) sesuai kondisi dana dan intensitas kegiatan sekolah.
Tabel Biaya (Khusus Semester Genap)
No
Uraian Kegiatan
Rutin (Rp)
BOS (Rp)
JUMLAH  (Rp)
1
Honor pembimbing
18 orang x 36 hari x Rp. 15000

9.720.000

0

9.720.000
2
Transport pembimbing
18 orang x 36 hari x Rp. 27.500

0

17.820.000

17.820.000
3
Honor Narasumber
5 orang x 9 master x Rp. 20.000

900.000

0

1.125.000
4
Honor Penjab/Kordinator
1 x 36 hari x Rp. 25.000
3 x 36 hari x Rp. 15.000

900.000
1.620.000

0
0


2.520.000
4
Honor staf/operator computer
1 x 36 hari x Rp. 10.000

360.000

0

360.000
5
Transport Penjab/Kordinator
4 x 36 hari x Rp. 27.500

0

3.960.000

3.960.000
6
Bahan/Materi
Bank soal 160 eks  x Rp. 8000
Soal 140 eks x 4 bs x 3 siklus x Rp. 600
LJU 140 eks x 4 bs x3 siklus x  Rp. 200


0

1.280.000
1.008.000
336.000



2.624.000

7
ATK
Tinta printer 2 kotak a Rp. 30,000
Kertas HVS 2 rim a Rp. 40.000
Kertaas db.folio 4 buks a. Rp.25.000

60.000
80.000
100.000

0
0
0



240.000

JUMLAH
13.740.000
24.404.000
38.144.000

Biaya yang dipergunakan telah dipertanggungjawabkan sesuai jenis dan sumber pembiayaannya.
F. Hasil dan Pembahasan
                  Setelah diadakan penilaian pada setiap akhir siklus ternya terdapat kenaikan hasil belajar siswa 90% mendapat nilai di atas 5,50. Selain itu, berhubung telah dipentingkannya penilaian proses, ditemukan telah terjadi proses belajar yang efektif, dan bekerja sama (Contextual Teaching and Learning, 2002)
                  Sesuai dengan tujuan jangka pendek program intensifikasi ini, yaitu tingkat kelulusan pada UN 2009, ternyata program ini telah menunjukkan hasil yang spektakuler yaitu 91,85%. Dari persentasi kelulusan 65% tahun 2008 menjadi 91,85% di tahun 2009, ada kenaikan 36,85%.
                  Program Intensifikasi ini telah berhasil.

G. Penutup

                  Intensifikasi belajar merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Karena kegiatan seperti ini belum pernah dilaksanakan di sekolah, maka disimpulkan bahwa kegiatan ini adalah sebuah inovasi dalam mengelola kurikulum dam SDM. Dari fakta persentasi kelulusan UN tahun 2009, maka program ini dinyatakan berhasil.
                  Dana yang digunakan untuk program intensifikasi ini memang cukup besar maka untuk tahun berikut perlu dipikirkan efisiensi penggunaan anggaran terutama Dana BOS yang pengelolaannya sangat otonom.
                  Ada masalah yang timbul dalam kegiatan intensifikasi ini, tetapi Kepala sekolah beserta guru dapat mengatasinya. Hal ini bisa terjadi karena adanya kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan Komite Sekolah serta masyarakat atau orang tua siswa.
                  Program ini dapat dilanjutkan untuk tahun pelajaran berikutnya dengan peninjauan atau revisi bagian-bagiannya.  


Bab 4. Pelaksanaan Perayaan Paskah
Tahun 2009

I. Latar Belakang
            Kelahiran Yesus Kristus tidak lebih penting dari pada kematian-Nya. Karena kalau tidak ada kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, maka sia-sialah pengharapan dan keyakinan orang kristen. Oleh karena itu tidak ada kekristenan tanpa salib, atau salib adalah lambang kemenangan dan pengharapan bagi orang kristen.
            Dengan pemahaman inilah, Tim Pembina Kerohanian siswa kristen SMP Negeri 1 Berampu membuat perencanaan  program perayaan paskah dalam rangka  pembinaan kerohanian dan menumbuhkan kesadaran   bahwa tidak hanya kelahiran Yesus Kristus perayaan terbesar bagi orang kristen akan tetapi perayaan  yang tidak kalah penting adalah perayaan kematian dan kebangkitan-Nya atau kita sebut dengan Paskah.
            Hari Paskah adalah hari yang terbesar bagi umat kristen. Dengan Paskah dinyatakan kepada kita bahwa Allah telah mengalahkan kematian. Yesus Kristus bangkit dan naik ke sorga. Dia membuka jalan bagi kita untuk sampai kepada Allah.
            Tentu saja setiap ada program pastilah ada tujuan dari pelaksanaan program tersebut. Terlebih lagi program perayaan Paskah ini bertujuan untuk :
Ø      Sebagai moment/ kesempatan bagi keluarga besar SMP negeri 1 Berampu untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus di kayu salib karena dosa-dosa manusia, pengorbanan-Nya yang besar demi keselamatan manusia.
Ø      Menggugah hati dan memperdalam life spiritual ( kehidupan kerohanian yang dinamis)
Ø      Sebagai wadah dimana seluruh komponen keluarga  besar SMP Negeri 1 Berampu dapat menikmatiacara kebersamaan dalam kebaktian/ibadah secara kekeluargaan dengan suasana yang menyenangkan.

II. Rencana Pelaksanaan
            Dalam perencanaan, maka diperkirakan perayaan paskah ini akan diadakan
 pada :
         Hari/tanggal                     : Jumat, 03 April 2009
         Pukul                               : 13.00 WIB s/d Selesai
         Tempat                            : Lapangan Sekolah SMP N 1 Berampu           

            Mengingat acara paskah ini sangat perlu dan begitu penting untuk dihayati maka Tim Pembina Kerohanian SMP Negeri 1 Berampu mengusulkan di bentuk tim kerja untuk membantu mengerjakan program ini. Adapun  nama-nama Bapak/Ibu guru yang di usulkan menjadi tim kerja sebagai berikut :
1.      Nurmala Meri Siregar
2.      Tuti Marlin Br Karo
3.      Maria Lingga
4.      Mangasa Siringo-ringo
5.      Pardamean Manik
6.      Manjur Purba
7.      Toman Simanjuntak
8.      Sahat Reinmart Sinaga
9.      Baga Lumban gaol

III. Bentuk Acara
Ø      Acara Ibadah/ Kebaktian
Ø      Fragmen
Ø      Acara Ibadah/ Kebaktian Penutup

IV. Pendanaan
Ø      Dana Awal
saldo kas perayaan natal tahun 2007       Rp.   360.000,-saldo kas perayaan natal tahun 2008     Rp.      1.300.000,-
Jumlah dana awal                                    Rp. 1.660.000,-





V. Pelaksanaan / Realisasi
            Perayaan paskah terlaksana sesuai dengan yang di programkan berkat kerjasama dari seluruh Tim Work. Perayaan paskah terlaksana :

            Pada/ hari         : Rabu, 15 April 2009
            Pukul                : 14.00 Wib s/d  17.30
            Tempat : Lapangan SMP Negeri 1 Berampu
            Dalam perayaan paskah ini fokus utama adalah ibadah paskah, yang dilayani oleh pengkhotbah Pdt. DR Mirnawati Hutagaol. Pada acara ibadah disertakan juga Doa Syafaat untuk memberangkatkan siwa/siwi yang akan menempuh UN 2009. Pada puncak acara paskah di tampilkan Drama Penyaliban Tuhan Yesus dengan judul “ SENGSARA-KU  MENYELAMATKANMU”.
            Banyaknya  massa yang hadir pada perayaan paskah tersebut adalah sebagai berikut :
  • Siswa/siswi SMP Negeri 1 Berampu 290 orang
  • Guru     SMP N 1 Berampu 31 orang
  • Ka. Bimas Kristen Dep.Agama/mewakili 1 orang
  • Dinas Pendidikan Kab. Dairi     3 orang
  • STTOI 4 orang
  • Kantor Camat Berampu 4  orang
  • Orang tua siswa/ masyarakat     200 orang
Turut hadir pada perayaan paskah ini Bapak Kepala Dinas Kab. Dairi yaitu Bapak  Drs. DT Padang,MM dan Ka. Bimas Kristen Dep.Agama/mewakili dan Pimpinan STTOI Sidikalang.
VI. Pembiayaan
            Perayaan paskah SMP Negeri 1 Berampu menggunakan biaya yang cukup besar dengan besaran dana untuk operasional kegiatan paskah  sebesar Rp. 4.247.900,- ( empat juta dua ratus empat puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah). Semua dana seperti tersebut diatas di tanggung oleh sekolah yakni dari RAPBS.
VII. Kesimpulan
            Perayaan paskah SMP Negeri 1 Berampu di sambut oleh semua yang hadir dengan penilaian yang positif. Kesan yang ditimbulkan dari perayaan paskah ini  adalah hadirin lebih merasakan besarnya pengorbanan Tuhan Yesus Kristus demi keselamatan setiap manusia.
VIII. Penutup
            Dapat dirasakan bahwa terlaksananya perayaan paskah ini oleh karena kebaikan Tuhan yang menggerakkan setiap orang untuk bekerjasama sehingga perayaan paskah tahun 2009 dapat dinikmati semua warga sekolah dan masyarakat yang hadir.
            Terpujilah kiranya Allah yang telah memberkati mulai dari perencanaan, persiapan sampai pada pelaksanaan perayaan paskah. Kiranya semua pihak yang telah berjerih lelah Tuhan memberkati dan segala sesuatu yang baik yang dikerjakan untuk kemuliaan Allah pasti diperhitungkan oleh-Nya.

Bab 5  Laporan Perayaan Natal
Tahun 2009

A.  Latar Belakang
Tidak    ada   yang   benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak  ada seorang pun yang mencari Allah.  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah  kehilangan  kemuliaan Allah, dan oleh  kasih  karunia telah di benarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam  Kristus Yesus. Kasih Allah begitu besar akan dunia ini sehingga  Ia telah  mengaruniakan Anak-Nya yang  tunggal  dan Ia telah  ada di dalam dunia dan  dunia  dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia  tidak  mengenal-Nya. Firman itu telah menjadi  manusia, dan  diam di  antara  kita, dan  kita  telah melihat  kemuliaan-Nya. Kata-kata inilah yang dirasakan sungguh indah sehingga penganut kekristenan selalu menggunakannya dalam ibadah. Ini pula yang melatar belakangi selalu diadakan perayaan kelahiran Yesus Kristus pencetus Firman tersebut.
B. Tujuan
Kelahiran  Yesus  Kristus  menerangi  dunia  yang  penuh dengan kegelapan yang diakibatkan  oleh dosa, supaya setiap orang yang menerima-Nya mengalami pembaharuan hidup. Kesadaran  akan  pentingnya  pemahaman  bahwa  hanya  dengan  kelahiran Yesus Kristus  manusia  diselamatkan.  Hal  ini  merupakan  tujuan  dari  perayaan  natal yang diadakan di SMP negeri 1 Berampu.

C. Pelaksanaan / Realisasi
Perayaan Natal SMP Negeri 1 Berampu diadakan  pada :
 Hari/tanggal                 : Rabu, 16 Desember 2009
 Pukul                           : 14.00  s/d  18.30 Wib
 Tempat                        : Lapangan SMP N 1 Berampu
 Bentuk Acara              : -     Kebaktian
-         Body worship
-         Visualisasi
-         Pemutaran film singkat
D. Pembiayaan
Perayaan Natal di SMP Negeri 1 Berampu menggunakan   biaya yang cukup besar dengan besaran dana untuk operasional kegiatan natal sebesar Rp. 5.189.750,- (Lima juta seratus delapan puluh sembilan ribu tujuh ratus lima puluh rupiah). Dana   yang tertera di atas   dikeluarkan   dari  dana   sekolah  yaitu  dana dari RAPBS,  Laporan pertanggung jawaban  keuangan  telah disampaikan ke instansi yang bersangkutan.
E. Kesimpulan
Perayaan    natal SMP  Negeri 1  Berampu  merupakan kegiatan  rutin yang  setiap tahunnya   diselenggarakan , akan  tetapi  perayaan  tersebut  bukan   ritual yang  menjadi  kebiasaan karena setiap tahun sangat  dirasakan a da  kemajuan dari  segi   penyajian  acara dan  berdasarkan   pengamatan     dari Tim Pembina Kerohanian perayaan natal ini dirasakan dapat membangkitkan spiritualitas dan  semangat  persaudaraan  antar sesama siswa dan antar sesama guru dan keluarga guru.
F. Penutup
            Satu setengah bulan merupakan waktu yang sangat singkat di dalam mempersiapkan perayaan   natal SMP Negeri 1 Berampu,  namun   karena   kerja  keras dan semangat untuk melakukan yang   terbaik  dari setiap orang yang memberikan hati pada akhirnya perayaan natal di SMP Negeri 1 Berampu   terselenggara  dengan  baik.  Bukan  karena  setiap  orang yang  bekerja  itu  memiliki  keahlian dan  kecakapan  tetapi  semuanya  karena  Allah yang memberkati  setiap  orang  yang memberi dirinya untuk bekerja. Diberkatilah kiranya setiap uluran  tangan  yang  motivasinya  untuk  memuliakan Tuhan. Pada akhirnya segala ucapan syukur, rasa terimakasih, pengagungan, penghormatan dan kemuliaan hanya kepada Allah.           
Demikian  pelaksaana   perayaan  natal  ini di laporkan . Harapan  kita   bersama perayaan natal untuk tahun depan akan lebih baik lagi.

Bab 6  Laporan Pembinaan Kerohanian


A. Latar Belakang
Pendidik (guru) merupakan faktor yang sangat penting dan strategis dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan disetiap satuan pendidikan. Berapa pun investasi yang ditanamkan untuk memperbaiki mutu pendidikan, tanpa kehadiran guru yang kompeten dan ber-martabat dapat dipastikan tidak akan mencapai tujuan yang di harapkan.
Pembangunan pendidikan kita selama ini juga ternyata tidak berbasis manusia. Krisis moral yang terjadi juga akibat dari kesalahan dunia pendidikan yang lebih menekankan aspek pengetahuan dan melupakan sikap, nilai, kejujuran dan perilaku. Pendidikan di sekolah tersampaikan dalam penyajian yang hampa makna. Akibatnya perkembangan pola tingkah  laku siswa jauh dari etika kesopanan yang diharapkan selayaknya orang-orang yang tidak mengecap pendidikan.
Berlandaskan Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan  tersusunnya Kurikulum pada Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.
Berdasarkan Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah dari BSNP 2006, KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, beragam dan terpadu, tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, relevan dengan kebutuhan kehidupan, menyeluruh dan berkesinambungan, belajar sepanjang hayat, seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Program ini dimulai dengan pemetaan karakteristik wilayah dan kemudian pemetaan karakteristik sekolah berdasarkan Visi dan Misi sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Rencana dan Program Pengembangan Sekolah bersama seluruh stakecholder sekolah.

B. TUJUAN
 Mengingat bahwa Satuan Pendidikan  SMP Negeri 1 Berampu telah menetapkan Visi dan Misi sekolah sebagai berikut : MEMBENTUK INSAN YANG BERILMU, BERIMAN dan BERBUDAYA. Dikaitkan  dengan Visi utama Ber-iman, tentu diharapkan out put / lulusan dari Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Berampu adalah insan-insan yang berbudi luhur dan bermoral yang baik
Untuk mencapai Visi ini tentu harus ada aksi/tindakan yang harus dilakukan, karena kalau hanya sekedar visi tanpa ada perbuatan melahirkan illusi semata, tetapi jika visi itu dibarengi dengan action yang kita sebut misi maka mimpi akan menjadi sebuah kenyataan.
Untuk menciptakan insan yang ber-iman dibutuhkan proses penanaman pemahaman dan pengenalan yang benar tentang Sang Khalik. Dalam proses pengenalan tersebut akan lahir sikap meneladani Pencipta dan Penebusnya.

C. PELAKSANAAN
Proses kegiatan ini telah dilakukan melalui kebaktian/ibadah bersama setiap hari Jumat yang telah terselenggara sejak bulan September 2005, dengan menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia (STTOI). Dievaluasi oleh Pembina Kerohanian Kristen, program ini sangat berdampak positif bagi perkembangan dan pertumbuhan spritualitas siswa.
Pada periode Januari 2009 – Desember 2009 kebaktian/ ibadah setiap hari Jumat terselenggara sebanyak   21 kali kebaktian, dengan rincian sebagai berikut :



No
Bulan
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Januari 2009
Februari
Maret
April
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Terselenggara 2 kali kebaktian
Terselenggara 4 kali kebaktian
Terselenggara 4 kali kebaktian
Terselenggara 1 kali kebaktian
Terselenggara 1 kali kebaktian
Terselenggara 1 kali kebaktian
Terselenggara 2 kali kebaktian
Terselenggara 4 kali kebaktian
Terselenggara 2 kali kebaktian

D. PEMBIAYAAN
            Setiap kegiatan pasti membutuhkan biaya untuk operasional kegiatan tersebut. Adapun sumber dana yang di gunakan untuk mengelola kegiatan kerohanian ini adalah  swadana dan swakelola.
E. KESIMPULAN
Kegiatan Pembinaan Kerohanian kristen berlandaskan pada Visi dan Misi sekolah sebagai berikut : MEMBENTUK INSAN YANG BERILMU, BERIMAN dan BERBUDAYA yang diikaitkan  dengan Visi utama Ber-iman,  sangat di rasakan berpengaruh pada pembentukan sikap, nilai, perilaku dan kejujuran siswa. Sehingga yang menjadi harapan  out put / lulusan dari Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Berampu adalah insan-insan yang berbudi luhur dan bermoral yang baik.
F. PENUTUP
            Kegiatan Pembinaan ini akan terus di lanjutkan pelaksanaannya, sehingga  SMP Negeri 1 Berampu yang walaupun dari segi prestasi akademik tidak dapat berdiri sejajar dengan sekolah yang berstatus sama di kabupaten Dairi, paling tidak dari segi pembinaan kerohanian dapat lebih unggul dari seluruh sekolah yang ada di kabupaten Dairi.
            Allah yang telah mengijinkan Pembinaan kerohanian siswa di kerjakan oleh guru yang memberi hati untuk membina dan membentuk moral dan mental siswa dengan prinsip  Student to day Leader tomorrow ,sehingga kelak pada waktunya siswa yang telah dibina menjadi pemimpin - pemimpin yang takut akan Tuhan dimasa yang akan datang.
 Kiranya segala yang telah dikerjakan berkenaan kepadaNya dan  Allah Yang Maha Kuasa memberkati dan memberikan ide – ide yang baru kepada guru – guru pembina untuk terus mengembangkan kegiatan Pembinaan ini.
            Terimakasih kepada Pimpinan sekolah yang telah mengijinkan kegiatan ini ada dan mendukung kegiatan pembinaan ini untuk tetap terlaksana. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati pekerjaan baik kita.

Bab 7  Laporan Pelaksanaan  Kegiatan Pengembangan Diri

A. Latar Belakang
Pendidikan yang bemutu merupakan sesuatu yang mutlak dilaksanakan. Bahwa untuk menghasilkan warga negara yang berkualitas dengan pendidikan  yang  bermutu  sangat  tergantung  pada  kapasitas  suatu  satuan pendidikan adalah benar. Namun, dalam  mentransformasikan  peserta  didik untuk memperoleh nilai tambahan yang terkait  dengan aspek olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga tidak boleh diabaikan sebab anak didik akan menjadi generasi penerus bangsa. 
Pendidik (guru) merupakan faktor yang sangat penting dan strategis dalam usaha meningkatkan  mutu  pendidikan  disetiap  satuan pendidikan. Berapapun investasi yang ditanamkan  untuk  memperbaiki mutu pendidikan, tanpa kehadiran guru yang kompeten dan ber-martabat dapat   dipastikan   tidak   akan  mencapai  tujuan  yang  di harapkan. Untuk itu pendidik harus dengan sengaja selain menjadi terdepan menjadi contoh teladan, juga memprakarsai pengembangan diri anak didik.
Pembangunan   pendidikan    kita   selama   ini   juga  ternyata  tidak  berbasis  manusia. Krisis  moral yang   terjadi   juga   akibat   dari   kesalahan  dunia  pendidikan yang lebih menekankan   aspek   pengetahuan   dan   melupakan   sikap,   nilai,   kejujuran   dan perilaku. Pendidikan  di   sekolah   tersampaikan dalam penyajian yang hampa makna. Akibatnya  perkembangan pola tingkah  laku siswa jauh dari etika kesopanan yang diharapkan, kayaknya mereka seperti yang tidak pernah mengecap pendidikan.
Implementasi KTSP di beberapa jenjang pendidikan cenderung seragam. Kecenderungan ini   diakibatkan oleh kekurangmampuan bagaimana mengembangkan kurikulum yang dikaitkan dengan  potensi daerah (lokal), sehingga apabila ini terjadi maka akan terjebak menjadi seperti kurikum  sebelumnya yang sentralistik dan seragam kembali. Untuk itu diperlukan kebijakan Satuan Pendidikan  untuk mengembangkan KTSP berbasis potensi daerah agar KTSP menjadi  implementasi  desentralisasi  pendidikan. Bhineka Tunggal Ika akan tetap terpelihara dengan budaya lokal ditumbuhkembangkan menjadi yang konkrit. Program ini dinamai Program Pengembangan Diri.
Mengingat   bahwa Satuan Pendidikan  SMP Negeri 1 Berampu telah menetapkan Visi  dan  Misi  sekolah MEMBENTUK  INSAN   YANG BERILMU, BERIMAN  dan  BERBUDAYA, maka program ini mendukung atau diikaitkan   dengan visi Ber-iman,  tentu diharapkan   out put / lulusan   dari Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Berampu adalah insan-insan yang berbudi luhur dan bermoral yang baik. Untuk mencapai Visi ini tentu harus ada aksi/tindakan yang harus dilakukan, agar visi beriman itu tidak menjadi ilusi semata, tetapi mimpi yang menjadi sebuah kenyataan.

B. Tujuan
Mempertimbangkan  uraian diatas dan mengingat di dalam  muatan kurikulum (KTSP) SMP Negeri 1 Berampu terdapat kegiatan Pengembangan Diri yang termasuk dalam isi kurikulum, tetapi bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru, maka kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, dan berupa pelayanan konseling yang berkenaan dengan pembentukan pola perilaku dan dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Penilaiannya secara kuantitatif dan kualitatif seperti penilaian mata pelajaran .Penulis beranggapan bahwa akan sangat baik apabila pembinaan kerohaniaan siswa dilakukan dalam bentuk kegiatan Pengembangan Diri.

C. Pelaksanaan/ Realisasi
Bentuk- bentuk kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Kegiatan Pengembangan Diri berupa kegiatan “Penelaahan Alkitab”.
a) .  Dengan metode yang telah di laksanakan  :
- Diadakan di awal Tahun Pelajaran 2009/2010
- Diadakan per kelas parallel yang diasuh oleh satu orang guru
- Diadakan dilingkungan sekolah 1 (satu) kali setiap minggu diluar jam  pelajaran/ekstra pada 
   hari Rabu dan Sabtu.
- Waktu pelaksanaan maksimal 1 s/d 2 jam pelajaran (2 x 40) menit setiap pertemuan.
         b). Pengasuh atau konselor dari kegiatan pengembangan diri ini sebagai berikut
- Tuti Marlin Br Karo, SPd mengasuh kelas IX
- Maria Lingga, SPd mengasuh kelas VIII
- Nurmala Meri Siregar, SPAK mengasuh kelas VII

Masalah
Untuk melaksanakan kegiatan pengembangan diri pada tahun 2009 ini, belum banyak kegiatan yang berlangsung karena kesiapan tenaga tidak ada. Dalam periode kegiatan ini, guru agama Islam sedang melaksanakan cuti bersalin. Mudah-mudahan periode berikut akan berjalan beriringan semua sektornya.
D. Kesimpulan
Demikian Program Kegiatan Pengembangan Diri/ekstrakurikuler ini dilaporkan. Kiranya apa yang telah dikerjakan dalam program ini dapat berguna dan bermakna bagi siswa.  

Bab 8  Laporan Pelaksanaan Kegiatan Bazar dan Pentas Seni



A.     Latar Belakang
Berdasarkan Surat Penugasan Kepala SMP Negeri 1 Berampu tertanggal, 21 April 2009  tentang,  Rencana Pengembangan Sekolah dan Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 1 Berampu dalam hal Life Skill, menugaskan 7 orang personel  dari guru sebagai Tim Perumus dalam mengerjakan  tugas sebagaimana  tertera dalam Surat Tugas yang dimaksud.

B.     Tujuan
Kegiatan Bazar dan Pentas Seni telah diprogramkan dalam Rencana Pengembangan sekolah dan Pengembangan Kurikulum di SMP Negeri 1 Berampu, dengan tujuan utama adalah untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam bidang seni dan membentuk siswa berjiwa wirausaha dalam usaha bidang ekonomi dan mendidik siswa dengan mengenalkan secara langsung tekhnik melakukan promosi dan transaksi jual beli dalam pasar secara sederhana .

C.     Pelaksanaan/realisasi
Bentuk acara yang  dilaksanakan  pada kegiatan BAZAR dan PEMENTASAN SENI adalah :
  1. Kegiatan BAZAR
·        Membuka kantin/cafeteria yang menyediakan  beberapa  macam makanan ringan, jenis-jenis minuman  yang diolah dari buah-buahan segar.
·        Membuka stan yang menyediakan beberapa barang-barang keperluan sekolah dan barang-barang lainnya.

  1.  Kegiatan Pentas Seni
·        Menampilkan atraksi siswa berupa sendra tari, puisi,
·        Pameran seni lukisan/ukiran hasil karya siswa
·        Menampilkan tari-tarian tradisional dari 4 desa yang dibawakan oleh siswa.


D. Pembiayaan
Kegiatan Bazar dan Pementasan Seni di SMP Negeri 1 Berampu, di danai oleh sekolah dengan sumber dana RAPBS, dengan besaran dana yang digunakan                 Rp. 4.830.900,- ( empat juta delapan ratus tiga puluh ribu sembilan ratus rupiah). Penggunaan dana tersebut tertera dalam proposal dan di Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan  Bazar dan Pentas Seni yang di buat secara tersendiri.
E.      Kesimpulan
Kegiatan Bazar dan Pementasan Seni sangat berdampak positif bagi siswa secara khusus, selain menumbuh kembangkan bakat dan jiwa seni dan wirausaha bagi siswa, melalui kegiatan ini juga menumbuhkan mental keberanian siswa dalam berkomunikasi dengan khalayak ramai, serta menambah pengetahuan memulai suatu usaha dagang.

F.      Penutup
            Kegiatan bazar dan pentas seni di SMP Negeri 1 Berampu baru pertama kali dilaksanakan dengan persiapan yang sangat singkat namun cukup bermakna. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana kembali di tahun depan dengan harapan pelaksanaannya akan lebih baik lagi.

Bab 9  Laporan Pengelolaan Perpustakaan


  1. Latar Belakang

Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dalam bidang pendidikan peran sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan pendidikan harus di tingkatkan. Berbagai upaya telah di lakukan oleh pemerintah untuk memfasilitasi pelaksanaan bidang pendidikan tersebut salah satu yang dilakukan adalah pengadaan perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dibangun dari dana Imbal Swadaya tahun 2006. Peralatan dan perlengkapan belum begitu sempurna tetapi pelayanan sudah dapat berjalan secara sempurna. Hal ini dapat terlihat dengan tingginya minat siswa dan guru dalam mengunjungi dan meminjam buku perpustakaan.

  1. Tujuan
Tujuan dari pengadaan perpustakaan sekolah antara lain :
·        Menyediakan buku – buku pelajaran, buku penunjang dan buku – buku bacaan bagi siswa dan guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.
·        Meningkatkan pencapaian kompetensi/ prestasi siswa
·        Membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan terhadap buku mata pelajaran selama duduk di bangku SMP.
·        Mencegah siswa dari kemungkinan putus sekolah akibat kesulitan membeli buku.
·        Membiasakan dan mendorong siswa untuk belajar mandiri
  1. Inventarisasi

No
Judul Buku
Jumlah
Sumber
Ket
1

2
3
4
5


6

7
8
9

10

11
12

13

14

15


16


17

18
19
20

21
22
23
24

25
26
27

28
29
30
31
32
33

34
35
36
37
38
39

40

41
42
43
44
45
46
47
48
49

50

51

52



53

54

55

56


57

58
59
60

61
62
63
64
65
66
67
Bahasa Inggris kls VII,VIII,IX
Get way
Bahasa Inggris kls VII
Steping more
Developing Competesies in English
Complete English Grammer
Tenses
Pintar Bahasa Inggris
Kamus Lengkap  Milyar
Kamus Lengkap B. Indonesia
EYD
Rangkuman materi Penting B. Indonesia
Bahasa Indonesia Kls VII,VIII,IX
Bahasa Indonesia Ix (Pen.Dasiah)
Taman Belaja Berbahasa dan bersastra 1,2,3
Matematika VII,VIII,IX (Pen. Setia purna)
Matematika VII,VIII,IX
Matematika VII
Matematika VII
Matematika VIII

Matematika IX
Matematika VIII,IX
Matematika KTSP
Matematika I dan III (Pen. Titian Ilmu)
Sejarah I,2,3
Sejarah 1,2,3 (KTSP)
IPS Terpadu VII,VIII,IX
Ekonomi 1,2,3
Ekonomi KTSP
Geografi
Biologi 1,2,3
Biologi KTSP
Fisika 1,2,3

Fisika I,II,III
Fisika VII Sem B
Sains Fisika VII
IPA Terpadu
Mari Bel, IPA jilid 3
Pokok pokok Fisika SMP kls VIII
Kewarganegaraan 1,2,3
PKn jilid 1,2,3
Pariwisata 1,2,3
Agama Islam VII
Agama Islam KTSP
ATLAS
Majalah Kirana
Injil/ Alkitab
CD Pembelajaran
Seri Pendalaman materi B. Inggris SMP
Seri Pendalaman materi B. Indonesia
Seri Pendalaman materi IPA
Keseimbangan Peningkatan IMTAK dengan penguasaan IPTEK
Informasi Program Pembinaan SMP
Terdampar di pulau karang
LUKSADO

Kamus Lengkap Inggris- Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke 3
Kamus Idiom
Tabel Matematika
Intisari Bahasa dan sastra Indonesia
Intisari Bahasa Inggris
Intisari Sains Biologi
Intisari Matematika
Intisari Fisika
Model Silabus
Model RPP
Buku Cerita Rakyat
200 eks
40 eks

159 eks
217
94


2

3
1
1

1

1
1

120

120

477


119


208

158
122
29

110
207
20
308

120
120
460

120
120
120
240
40
101

120
150
180
160
145
160

120

438
120
75
60
31
100
350
98
20

20

19

3



2

3

2

1


1

2
20
2

2
2
2
2
4
2
39
Dana BOS

Dana BOS
Pemkab Dairi
BOS Buku
BOS Buku


Hadiah

Sda
Sda
Sda

Sda

Sda
Sda

Dana BOS

Dana BOS

BOS Buku


APBD T.A 2005

Dana BOS

PemKab Dairi
BOS buku
APBD T.A 2007
BOS Buku 2007
Sda
Dana BOS
PemKab Dairi

Dana BOS
Dana BOS
Sda

Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
APBD T.A 2005
Dana BOS
Pemkab Dairi
Sda
Dana BOS
Sda
Sda

Sda

Sda
Sda
Depag Sumut
BOS buku
Dana BOS
Dana BOS
Sumbangan
Dana BOS
Dana BOS

Sda

Sda

Sumbangan



Sda

Sda

Sda

Dana BOS


Sda

Dana BOS
Dana BOS
Dana BOS

Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Buku Mata Pel.

Sda
sda
sda
sda


Refrensi

Sda
Sda
Sda

Sda

Sda
Sda

Buku Mapel

Buku Mapel

Buku Mapel


Buku Mapel


Buku Mapel

Buku Mapel
Buku Mapel
Buku Mapel

Sda
Sda
Sda
Sda

Sda
Buku Mapel
Sda

Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda

Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda

Sda

Sda
Sda
Sda
Sda
Refrensi
Sda
Sda
Sda
Sda

Sda

Sda

Sda



Sda

Sda

Sda

Sda


Sda

Refrensi
Refrensi
Refrens

Sda
Sda
Sda
Sda
BSNP
Sda
Dana BOS


D. Sirkulasi
Sebagian besar buku mata pelajaran yang tersedia di Perpustakaan SMPN 1 Berampu telah dibagikan kepada siswa untuk dipinjamkan selama satu semester atau satu tahun untuk setiap kelas. Setiap akhir semester atau setiap akhir tahun ajaran buku - buku yang telah dipinjamkan itu ditarik kembali oleh petugas perpustakkan untuk selanjutnya akan dibagikan lagi pada tahun ajaran berikutnya.
Untuk buku mata pelajaran yang jumlahnya belum mencukupi sebanyak jumlah siswa buku tersebut tetap dipinjamkan dengan cara pinjaman harian yaitu ketua kelas meminjam buku tersebut keperpustakaan setelah selesai digunakan dikembalikan lagi keperpustakaan. Selanjutnya buku tersebut dapat dipergunakan beberapa secara bergantian sesuai dengan roster mata pelajaran yang berlaku pada setiap harinya.

E.  Kesimpulan/Penutup
            Sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, perpustakaan SMP Negeri 1 Berampu terus berbenah diri  Mulai dari pembangunan gedung perpustakaan secara permanent ditambah dengan pengadaan buku yang berkesinambungan. Buku yang tersedia di perpustakaan terdiri dari  buku mata pelajaran, buku penunjang mata pelajaran dan buku bacaan. Buku yang ada di perpustakaan ini dari tahun ke tahun terus bertambah jumlahnya.
Perpustakaan SMP NEGERI 1 Berampu ini dapat berjalan dengan baik berkat kerjasama kepala sekolah, petugas perpustakaan, guru-guru dan siswa. Diharapkan ke depan terus terjadi perbaikan dan peningkatan  mutu pendidikan di sekolah ini baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Bab 10 Laporan Kegiatan Olah Raga
A. Latar Belakang
            Sesuai dengan PERMENDIKNAS  No 38 tahun 2003 tentang Pembinaan Kesiswaan dan mengacuh pada visi dan misi SMP Negeri 1 Berampu yaitu Menciptakan insan yang berilmu, beriman dan berbudaya, maka perlu di implentasikan kepada  kegiatan sekolah  dalam program pengembangan diri siswa salah satunya bidang olahraga karena pendidikan tidak hanya bertujuan untuk menjadikan manusia cerdas tetapi kita menginginkan manusia yang tangguh, segar bugar fisik dan jasmani.
            Kegiatan olahraga di SMP Negeri 1 Berampu disusun berpedoman pada Rencana dan Program Pengembangan Sekolah (RPPS) untuk dilaksanakan secara sistematik dan terintegrasi yang dipandu oleh guru olahraga, guru yang kreatif  dan dikordinir oleh Pembantu Kepala Sekola Urusan Kesiswaan  yang pesertanya adalah anak didik (siswa)  mulai dari kelas VII samapai Kelas VIII. Kegiatan olah raga ini dilaksanakan dalam dua bidang kegiatan yaitu kurikuler dan ekstrakurikuler. Dengan kegiatan olah raga ini diharapkan terlaksana pendidikan berbasis kecakapan hidup (Tim BBE.2002).
B. Tujuan Pelaksanaan
            Adapun tujuan yang harus dicapai dalam kegiatan ini adalah:
1.      Membangkitkan semangat berprestasi dikalangan siswa dalam sekolah maupun diluar sekolah (masyarakat);
2.      Mengembangkan bakat dan kreatifitas dibidang olahraga dalam membentuk sikap dan kepribadian yang bugar jasmani , rohani, sportifitas dan mampu menghargai prestasi orang lain;
3.      Menciptakan atlet yang berprestasi ditingkat sekolah maupun tingkat yamng lebih tinggi.

C. Pelaksanaan Kegiatan
Pemusatan latihan siswa untuk menghasilkan atlet yang berpotensi diadakan 2 kali seminggu (Rabu dan Jumat). Pelatihnya dua orang guru olah raga dari sekolah. Kegiatan olahraga  yang dilaksanakan  secara umum sebagai kegiatan ektra kurikuler dalam rangka pembiasaan atau pendidikan kecakapan hidup yaitu:
1.      Latihan sepak bola setiap sore dua grup;
2.      Latihan Bola Volli Putra dan Putri;
3.      Pemusatan Pelatihan;
4.      Atletik Putra dan Putri;
5.      Senam;
6.      Pertandingan olah raga antar kelas.
Hasil dari kegiatan olah raga adalah sebagai berikut :
SMP Negeri 1 Berampu ikut berperan dalam program  Dinas Pendidikan Kab.Dairi yaitu mengirimkan atlet pada Olimpiade Olahraga Dan Seni  Tingkat Kabupaten Dairi yang dilaksanakan  di Sidikalang pada tanggal  11 s/d  12 Mei 2009 atlet dan official yang dikirim :
a.        Atletik 2 putra dan 2 putri
b.        Sepakbola mini  7 0rang
c.        Volley mini 6 orang putra dan 6  orang putri
d.        Guru pendamping sebanyak 3 orang
Pada Pekan Olahraga Kabupaten  (PORKAB) tingkat Kabupaten Dairi dilaksanakan di Sidikalang pada tanggal 21 s/d 27 September 2009, SMP Negeri 1 Berampu mengirimkan atlet sebanyak 48 orang terdiri dari :
a.       Atletik sebanyak  10 orang
b.      Volly sebanyak    18 orang
c.       Bulutangkis sebanyak  2 orang
d.      Sepak bola sebanyak  18 orang
e.       Guru pendamping sebanyak  3 orang
Dalam kegiatan PORKAB atlet yang dikirim mendapat prestasi yang mengagumkan karena mendapat juara yaitu tolak peluru juara 1 (putri), lempar cakram juara 3 (putra) dan bulutangkis juara 3 (putra).
Pertandingan olahraga antar kelas dilaksakan di lapangan SMP Negeri 1 Berampu pada tanggal 20 s/d 24 November 2009. Olahraga yang dipertandingkan adalah sepakbola mini. Dari pertandingan tersebut dilibatkan tiga wasit untuk meyakinkan bahwa semua pertandingan berjalan dengan baik dan mengikuti prinsip fair play. Panitia pelaksana adalah siswa (OSIS) dibantu guru- guru dan Pembantu Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan.
D. PEMBIAYAAN KEGIATAN
            Dalam melaksanakan kegiatan olahraga dananya bersumber dari dana BOS yang sudah dianggarkan dalam RAPBS  tahun 2009 dengan perincian:
1.      Dana untuk mengikuti O2SN
transfort atlet dan pembimbing   = Rp   500.000,-
konsumsi atlet dan pembimbing = Rp   275.000
honorium pembimbing 2 orang  = Rp   300.000,-
2.  Dana untuk mengikuti PORKAB
transfort atlet dan pembimbing = Rp  800.000,-
konsumsi atlet dan pembimbing = Rp   500.000,-
honorium pembimbing 2 orang  = Rp    400.000,-
3. Dana antar kelas
honor wasit 20 x pertandingan               = Rp    600.000,-
konsumsi panitia                                    = Rp    200.000,-
hadiah juara                                            =Rp     300.000,-
perlengkapan lapangan                           = Rp    150.000,-
             4. Dana pelatihan
honor pelatih                                           = Rp 1.500.000,- konsumsi selama latihan                          = Rp    500.000,-
                    Jumlah biaya                        = Rp 6.025.000,-
Dana yang digunakn ini dpertanggungjawabkan sesuai petunjuk pertanggungjawaban dana BOS.
E. Kesimpulan
            Dengan melaksanakan kegiatan olahraga maka yang dihasilkan adalah: (a) siswa yang berprestasi dalam tingkat daerah ataupun yang lebih tinggi, (b) siswa yang sehat jasmani dan rohani, (c) penyaluran bakat siswa tercapai.
F. Penutup
Dengan memperhatikan besarnya manfaat olahraga disekolah, kami berterima kasih kepada pemerintah  atas kebijakan yang disajikan dalam dunia pendidikan. Demikian juga kepada para guru khususnya pembina kegiatan olah raga silakan ditingkatkan lagi ke masa depan. SMP Negeri 1 Berampu harus vaforit dengan ciri khasnya.

BRAVO OLAHRAGA!!!!!!!!!!

 

Bab 11 Penutup 


Selamat Tinggal SMP Negeri 1 Berampu

Agak terperanjat jugalah saya mendapat panggilan untuk menerima tugas baru, yang berarti harus meninggalkan sekolah yang sudah saya pimpin selama kurang lebih lima tahun.  Lima tahun perjalanan dalam memimpin sebuah sekolah rasanya masih sebentar. Terutama jika dilihat dari apa yang telah dilakukan di sekolah itu, ternyata belum ada hasil signifikan, alangkah singkatnya lima tahun. Seharusnya sudah banyak yang diperbuat dalam waktu yang lama itu. Ketika saatnya telah tiba, jabatan pemimpin itu ditarik, barulah disadari bahwa suatu masa telah terlewati tanpa hasil yang berwujud nyata. Seluruh rangkaian laporan ini saya susun sebagai pertanggungjawaban saya kepada seluruh stakecholder terutama kepada para orang tua murid.
            Puncak dari kegiatan saya hanyalah pada tahun 2009, tahun pertama dari RPPS Revisi. Hasil yang sungguh spektakuler adalah peningkatan jumlah lulusan dari sebuah program inovasi. Inovasi itu terus bergulir seiring dengan perjalanan program yang telah dipersiapkan matang untuk tahun 2008 sampai 2011. Namun, (sayangnya) bukan saya lagi yang ”mewisuda” lulusan untuk tahun 2010.
            Semua yang saya gambarkan dalam laporan ini mulai dari bab 2 adalah hasil pemikiran dan penerapan saya sebagai kepala sekolah. Tenaga pendidik dan tenaga kepandidikan telah bekerja maksimal sesuai arahan dan motivasi dari kepala sekolah. Siswa belajar dan berlatih dibawah bimbingan guru profesional walaupun belum bersertifikat. Beberapa guru dan telah saya sebut dalam kata pengantar, menangkap apa yang mau dicapai sekolah ini tahun 2015. Sehingga, dengan penuh semangat merencanakan karya-karya kolosal yang mempersatukan seluruh unsur persekolahan. Tahun 2009 adalah awal bagi sebuah reputasi dan sekaligus akhirnya, karena saya harus mengemban tugas baru yaitu di kepengawasan. Ini adalah lanjutan perjalanan profesi yang tak diingini (kalau mau jujur) sebab profesionalisme akan berbuah di ladang yang belum berbuah. Profesionalisme tidak berbuah di atas profesionalisme. Tetapi perjalanan adalah menuju bukan berada.  
            Segala yang baik dari upaya peningkatan mutu SMP Berampu kiranya dilaksanakan dan ditingkatkan. Dua tahun lagi, RPP SMP Berampu masih harus berjalan pasti lebih baik dari hasil tahun pertama ini.
            Selamat  tinggal SMP Negeri 1 Berampu yang di dalamnya adalah Anak-anakku, siswa kelas 7, kelas 8, kelas 9, Pengurus Komite Sekolah, Wakil Kepala sekolah, Pembantu Kepala sekolah, Wali-wali kelas, Guru BK, Guru pembimbi ng, Guru Mata pelajaran, Guru Piket, Pustakawan, Pegawai TU, Pengusaha kantin, dan warga tetangga sekolah. Saya tidak mencantumkan permohonan maaf di sini karena yang membaca ini bukan lagi orang yang mengenal saya, kecuali guru, karena laporan saya ini akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan. Semoga ada manfaatnya.




 
Daftar Pustaka
Alma Buchari, H, dkk.2009. Guru Profesional
        (Menguasai Metode dan  terampil  Mengajar).
        Bandung : Alfabeta.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
        2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
        20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
        Jakarta.
-----------. 2002. Pendidikan Berorientasi Kecakapan
        Hidup (Life Skill Education). Jakarta : Depdiknas
-----------. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
        Jakarta :   BSNP
-----------. 2008. Kebijakan Teknis Direktorat Pembinaan
        SMP. Jakarta.
Kaufeldt Martha.2008. Wahai Para Guru, Ubahlah Cara    
        Mengajarmu. Perintah Pengajaran yang Berbeda-
        beda dan Sesuai dengan Otak. Jakarta: PT Indeks
Majid Abdul. Perencanaan Pembelajaran.
        Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.
        Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar Utami.1999. Pengembangan Kreativitas Anak
        Berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rosalin Elin.2008. Pemanfaatan Perpustakaan dan
        Sumber Informasi. Jakarta: PT Karsa Mandiri
        Persada.
Sa’ud Udin Saefuddin. 2008. Inovasi Pendidikan.
        Bandung: Alfabeta.
Suryadi, M.Pd. Manajemen Mutu Berbasis Sekolah,
        Konsep dan Aplikasinya. Jakarta :  PT Sarana Panca
        Karya Nusa.
Umaedi. 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis
        Sekolah, Sebuah baru  dalam pengelolaan sekolah
        untuk peningkatan mutu. Jakarta : Dirjen PDM.
Wardana Yana. 2007. Manajemen Pendidikan Untuk
        Peningkatan Daya Saing Bangsa. Bandung: PT
        Pribumi Mekar.









PROFIL
Wahidin Capah, lahir tanggal 13 Mei 1959 di Desa Bangun Kabupaten Dairi. Pengangkatan mula-mula menjadi guru PNS adalah berdasarkan Ijazah Diploma 1/Akta 1 IKIP Medan tahun 1979. Sejak itu tahun 1986 D2, 2003 D3. Pendidikan terakhir Strata satu Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Terbuka tahun 2005.
Pendidikan dan Latihan yang diikuti : Diklat Pendidikan Budi Pekerti LPMP Medan (2003), Pelatihan CTL Bahasa Indonesia Dinas Pendidikan Prov. Sumut (2003), ToT. PTBK Bahasa Indonesia Surabaya 2003, ToT. PTBK Bahasa Indonesia (2004) Jakarta, Diklat Karya Tulis Ilmiah 2005 Medan, Diklat Manajemen Kepala Sekolah Dairi (2006).
Instruktrur : Diklat PTBK Bahasa Indonesia, 20 jam, 100, 150 jam tahun 2004, dan 2005. Pernah meraih peringkat 5 Lomba Olimpiade Guru se-Sumut jurusan Bahasa Indonesia di SMP yang diselenggarakan LPMP Medan tahun 2004.   
Pengalaman Bekerja :
Guru SMP Negeri 2 Sidikalang Kabupaten Dairi TMT 1 Maret 1981. Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Sidikalang ( SMPN 1 Berampu ) TMT 13 Mei 2005. Pengawas Rumpun Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi tmt. Maret 2010. Guru SMP Negeri 3 Sidikalang, Februari 2011 sampai sekarang.





                                                                                                                                     












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar